Powered By Blogger

Kamis, 07 Januari 2016

Statement Input-Output dan Percabangan pada QBASIC

Statement RESTORE, IF-THEN, GO TO
Statement PRINT lanjutan
 

Statement RESTORE
·        Nilai yang tertera ada statement DATA hanya dapat dibaca satu kali saja dengan instruksi READ, statement RESTORE menyebabkan data yang sama dibaca sekali lagi dengan nama variabel yang dapat berbeda.
·        B.U.           RESTORE [ label I Baris ]
Ket : jika label atau baris tidak didefinisikan maka statement RESTORE akan mengembalikan pembacaan data pada statement DATA yang pertama.
      Contoh :    READ X,Y                                         Output program tsb :
                        PRINT X ; Y                                      1  2
                        RESTORE                                          1  2  3
                        READ A, B, C
                        PRINT A : B : C
                        DATA  1,2,3,4
END

Statement IF-THEN ; alih beryarat
·        Statement IF-THEN digunakan untuk memeriksa sebuah kondisi dan mengeksekusi satu atau lebih baris program, jika dan hanya jika kondisi terpenuhi. 
·        Instruksi IF-THEN dengan syarat tunggal, merupakan instruksi untuk memeriksa sebuah kondisi saja.
·        Instruksi IF-THEN dengan syarat majemuk, merupakan sebuah instruksi untuk memeriksa lebih dari satu buah kondisi. Kondisi-kondisi tersebut dihubungkan dengan operator-operator logika, seperti AND atau OR.
·        Statement IF-THEN juga digunakan untuk memeriksa kondisi dari data string. Apabila kondisinya terpenuhi maka baris-baris program akan dieksekusi.Untuk pemeriksaan kondisi data string digunakan operator relasi yang akan mendeteksi nilai ASCII dari data tersebut.
Contoh :    10 DATA  55, 66                                            Output program :
                  20 READ  N1, N2                                          MAHASISWA LULUS
                  30 LET X = ( N1 + N2 ) / 2
                  40 IF X  > 60 THEN 70
                  50 PRINT  “MAHASISWA GAGAL”
                  60 GO TO 80
                  70 PRINT  “MAHASISWA LULUS”
                  80 END

Statement GO TO ; alih tanpa syarat
·        Statement GO TO digunakan untuk mengubah urutan eksekusi program ke baris instruksi yang ditunjukkan oleh nomor baris atau label.
·        B. U.          GO TO [ nomor baris I label ]
Contoh :   10 LET A = 7                          Output dari program tersebut :
                  20 LET B = 8                          7
                  30 LET C = A + B
40 PRINT A
50 GO TO 70
60 PRINT  C
70 END

Statement PRINT lanjutan
·        PRINT TAB
Digunakan untuk mengatur jarak ekspresi ke ekspresi berikutnya pada satu baris pencetakan atau memungkinkan kita mengatur mulai kolom keberapa hasil dicetak.
 B. U.         PRINT TAB (n) [{;II,} TAB(m) I ekspresi [{;II,} …]]
Contoh :    PRINT TAB(5) ; “BELAJAR”          Output dari program tsb :
                  PRINT TAB(3) ; “ BAHASA”          01234567
                  PRINT “ BASIC”                                         BELAJAR
                  END                                                         BAHASA
                                                                                BASIC
·        PRINT USING
Digunakan untuk menampilkan informasi yang berupa nilai variabel dengan format yang rapi, biasanya digunakan dalam pencetakan tabel-tabel.
B. U.          PRINT USING Format Tampilan; Deret Ekspresi
                  Ket : - Format menunjukkan format pencetakan yang berupa ekspresi
      string yang berisi sejumlah karakter
   -  Deret Ekspresi adalah ungkapan yang nilainya akan dicetak
Tabel parameter  Format dalam PRINT USING
Format
Digunakan untuk
#
Menampilkan nilai numerik biasa dengan digit sebanyak tanda (#)
\    \
Menampilkan nilai string sejumlah spasi diantara tanda backslash
^ ^ ^ ^
Mencetak bilangan riil presisi tunggal dan atau presisi ganda menggunakan format saintifik
+#
Menampilkan tanda (+) pada nilai positif untuk nilai numerik
-#
Menampilkan tanda (-) pada nilai negatif pada sebuah nilai numerik
$#
Menampilkan tanda ($) pada awal nilai numerik
**#
Menampilkan tanda (*) pada sisa spasi yang kosong diawal nilai numerik
#,
Menentukan bahwa pemisah untuk digit ribuan adalah tanda koma
#.#
Menentukan tanda pecahan desimal
!
Hanya menampilkan karakter pertama dari string
&
Menampilkan seluruh karakter dari string
_
Menampilkan karakter dibelakang tanda garis bawah tersebut sebagai karakter biasa

Contoh :  NAMA$ = “Maria Herjani”
                N = 95.65                                            
                PRINT USING “ NAMA : \         \    NILAI ###.##  “; NAMA$,N
Ket  :  \          \ 7 karakter diisi dengan 7 huruf sesuai dengan spasi tanda tsb.
Output :  Maria H   NILAI            95.65





Referensi buku :
·        Pengantar Algoritma & pemrogramman, Suryadi H.S. dan Agus Sumin, seri diktat kuliah Gunadarma, hal 122-130, 142-146, 153-154, 168-172
·        Algoritma dan Teknik Pemrogramman, Budi Sutejo, SKom dan Michael AN, Andi Offset Yogyakarta, hal 122 –131, 135-137, 144
·        Program-program terapan menggunakan Quick Basic, P. Insap Santosa, Andi Offset Yogyakarta, hal 62- 78
·        BASIC, Jogiyanto, Andi Offset Yogyakarta, hal 50, 57, 81-82




                                                                                       

Pengenalan QBASIC

B A S I C

v   BASIC (Beginner’s All-purpose Symbolic Instruction Code)

§  Diciptakan Prof . John G. Kemeny dan Thomas Kurtz di Darthmouth College, New Hampshire USA, program dijalankan pertama kali 1 Mei 1964.

§  BASIC  merupakan   bahasa   tingkat tinggi  (high level language) yang bersifat intrepreter yaitu memungkinkan untuk mengoperasikan komputer secara interaktif, program dapat ditulis, dijalankan, dirubah, dan dijalankan lagi tanpa harus melalui tahap kompilasi, seperti bahasa tingkat tinggi lainnya yang berbentuk compiler.

§  Jenis-Jenis bahasa BASIC di antaranya :
-      BASICA
-      GW-BASICA
-      MBASIC
-      Turbo BASIC
-      Quick BASIC
-      QBASIC
-      POWER BASIC
-      Dll

§  Modus operasi pada BASIC :
1.   Modus langsung / Direct Mode / Immediate Mode / Command Mode modus ini cara kerjanya mirip dengan kalkulator dimana hasil langsung ditampilkan. 

Contoh  : Print   5+10         atau    ? 5+10
                        15                                  15
                        Ok                                  Ok

2.   Modus tidak langsung / Indirect Mode / Program Mode
modus  ini pada setiap awal program harus diberi nomor baris dan untuk menjalankan program digunakan command RUN
Contoh :      10     LET =5

25         LET B=7

35         PRINT A+B
36         END
RUN
12

Ok

         
§  Konsep dasar BASIC  terdiri dari kumpulan statement. Tiap-tiap  statement ditulis dengan diawali oleh suatu nomor baris atau nomor statement. Bila tidak diberi nomor baris maka akan langsung dikerjakan (secara direct mode).

§  Program BASIC mempunyai struktur sebagai berikut :
Nomor baris      <statement>


Contoh :  10 PRINT “          HALO SAYA BASIC       “
                   20 PRINT “            SELAMAT KENAL       “
                   30 PRINT “                   SILAHKAN MENCOBA   “

                   no                        statement
                   baris

§  Variabel  :  adalah nama atau simbol yang digunakan untuk mewakili suatu nilai. Nilai dari variabel dapat berubah-ubah di dalam proses program.

Contoh : 10  C=10
20    F=1.8 * C + 32
30    PRINT F
RUN
50
Ok
          C dan F pada contoh diatas adalah yang disebu dengan variabel. Variabel C mewakili nilai 10 dan F mewakili hasil perhitungan pada baris 30.

§  Elemen-elemen statement
Statemen dibentuk dari elemen-elemen lain yang diawali dengan suatu verb. Elemen-elemen yang dapat membentuk suatu elemen adalah konstanta, variabel, operator, ungkapan dan fungsi.
1.   Konstanta
Nilai yang sudah pasti di dalam program dan  nilainya tidak berubah selama proses program. Di dalam BASIC dikenal 2 macam konstanta yaitu :
-      Konstanta Numerik
F Nilai numerik yang sudah pasti di dalam program, yang ditulis tidak diantara tanda petik  dua (“).
F Dapat berupa konstanta integer, fixed point constant, floating point constant, hexadecimal constant dan octal constant.
-      Konstanta Non numerik
F Disebut konstanta string atau literal string yaitu nilai yang disajikan dalam tanda petik dua (“)
F Panjang maksimum konstanta string 254 karakter.

2.   Variabel
Syarat penulisan nama variabel  :
1. Boleh gabungan antara huruf, angka dan titik, tetapi karakter pertama harus berupa huruf.
Contoh :  A,A2,NILAI,P3K,MODAL,ALI
2. Panjang nama variabel maksimum 40 karakter
Contoh :  NOMERMAHASISWA
3. Tidak boleh ada “blank” atau dipisahkan dengan kosong/spasi diantara karakter-karakter.
4. Tidak boleh ada “special karakter”, kecuali yang mempunyai maksud tertentu untuk variabel, yang harus diletakkan paling belakang dari nama variabel. Karakter khusus yang diijinkan : $,%,! Dan #
Contoh : NAMA$,NOURUT!,X#,JUMLAH%.
-    Spesial karakter $, menunjukkan variabel adalah variabel string, berisi nilai huruf.
-    Spesial karakter #! menunjukkan variabel adalah variabel numerik ketepatan tunggal, berisi nilai angka ketepatan 7 digit.
-    Spesial karakter #, menunjukkan variabel adalah variabel numerik ketepatan ganda, berisi nilai angka ketepatan lebih.
-    Spesial karakter %, menunjukkan variabel adalah variabel numerik integer, berisi nilai angka bulat.
-    Nama variabel yang tidak mengandung spesial karakter adalah nama variabel numerik single precision (sama dengan nama variabel yang mengandung spesial karakter).
5. Nama variabel tidak boleh sama dengan BASIC reserved word.


§  Jenis-jenis  Variabel :
-     Variabel Numerik ketepatan tunggal (single precision), dapat mewakili nilai berkisar dari 2.938736 x 10-39 sampai dengan 1.701412 x 1038 dengan ketepatan 7 digit. Biasanya dibelakang variabel ini diberi tanda !.
Contoh :      10  A=22/7
                     20  B!=20/3
30  PRINT A
40  PRINT B!
RUN
3.142857
6.666667
Ok

-      Variabel numerik ketepatan ganda (double precision), dapat mewakili nilai berkisar antara 2.938745877055719 x 10-39 sampai dengan 1.701411834604692 x 1038 dengan ketepatan samapai dengan 16 digit. Biasanya variabel ini ditunjukkan dengan tanda # diakhir namanya.
Contoh :   10  A#=22/7
20  B#=22/7#
30  PRINT A#
40  PRINT B#
RUN
3.142857074737549
3.142857142857143
Ok

-     Variabel numerik bulat/integer, mengandung nilai bulat berkisar dari nilai –32768. Bila nilai yang diberikan oleh variabel ini berupa nilai pecahan, maka akan dibulatkan ke bawah bila nilai pecahannya kurang dari setengah dan dibulatkan keatas jika nilainya lebih besar atau sama dengan setengah.
Contoh :   10 A%=22/7
                     20 B%=20/3
                     30 PRINT A%
                     40 PRINT B%
                     RUN
                     3
                     7
                     Ok

-     Variabel string, yaitu variabel yang dapat menyimpan nilai string. Variabel string ditunjukkan oleh namanya yang diakhiri dengan karakter khusus $.
Contoh :   10  NAMA$=”Ira Windarti”
20  PRINT NAMA$
RUN
Ira Windarti
Ok
3.   Operator
1.   Aritmetic operator  :  (), ^ atau    , * , / , | , MOD, + , -
2.   Relational operator : <, >, <= , >= , = , <>
3.   Logical operator : NOT, AND, OR , XOR, EQV, IMP

4.        Ungkapan (Expression)
1.   Ungkapan Numerik
Disebut juga dengan ungkapan matematis (angka-angka), adalah ungkapan yang semua operan-operannya (variabel, konstanta, atau hasil fungsi) brertipe numerik.
Contoh :  Z = 1/(X^2+y^3)
-     yang disebut dengan ungkapan numerik adalah : 1/(X^2+y^3)
-     dan hasil dari ungkapan numerik adalah nilai numerik
contoh :                   10  A=3  :  B=4
20    PRINT SQR (A^2+B^2)
RUN
5
Ok
-     Ungkapan pada no. baris 10 hanya terdiri dari konstanta numerik saja.
-     Ungkapan pada no. baris 20 terdiri dari operand var, numerik A, var, numerik B, konst. Numerik 2 dan fungsi matematis SQR.
-     Karena semua operand-nya bertipe numerik, maka hasil ungkapan numerik ini adalah nilai numerik (5).
                                     
2.   Ungkapan String
Disebut dengan ungkapan alphanumerik, adalah ungkapan yang semua operannya ( var.,konst, atau hasil fungsi) bertipe string.
Contoh  :        10  A$=”BAHASA”
20    PRINT “LATIHAN”+A$+”BASIC”
RUN
                                                          LATIHAN BAHASA BASIC
                                                          Ok
-     Hasil dari ungkapan string diatas adalah nilai string
-     Pada no. baris 10, ungkapan string hanya berupa konstanta string saja dan pada no baris 20, ungkapan string mempunyai operand var, string A$, konstanta string “LATIHAN” dan “BASIC”
-     Operator yang dapat digunakan pada ungkapan string ini hanya berupa operator + saja.
3.   Ungkapan Hubungan
Adalah ungkapan yang menggunakan operator hubungan untuk membandingkan dua buah nilai operand. Ungkapan ini banyak ditemui pada statement IF untuk menyeleksi  kondisi dua buah operand guna mengetahi bagaimana hubungannya.


Contoh  :       10  A=25
20   IF A>5 THEN PRINT “A LEBIH
BESAR DARI 5”
                                                          RUN
                                                          A LEBIH BESAR DARI 5
Ok

-     pada no.baris 20 ungkapan a>5 adalah ungkapan hubungan 

4.   Ungkapan Logika
Ungkapan yang dibentuk dengan menggunakan operator logika. Operand dari ungkapan ini semuanya harus berbentuk nilai-nilai logika.
Contoh :
150 IF NILAI.TUGAS$<”D”AND NILAI.UJIAN>55 THEN 180
-     Ungkapan ini akan menghasilkan nilai benar atau salah, tergantung dari kondisi yang diseleksinya, apakah benar NILAI.TUGAS<”D” dan NILAI.UJIAN>55
-     Jika keduanya benar, maka hasil dari ungkapan ini adalah benar.
-     Hasil dari operator logika AND akan bernilai salah bila salah satu ada yang salah.












DATA CENTER

Data center
fasilitas yang digunakan untuk menempatkan sistem komputer dan komponen-komponen terkaitnya, seperti sistem telekomunikasi dan penyimpanan data.
Data center mencakup  :
- power supply redundant
- redundant data communications connections
- environmental controls  (AC, ventilasi)
- security devices
Disain dan perencanaan data center harus memperhatikan minimum aspek-aspek berikut :
  • Lokasi aman, memenuhi syarat sipil bangunan, geologi, vulkanologi, topografi
  • Terproteksi dengan sistem cadangan, untuk sistem catudaya, pengatur udara/lingkungan, komunikasi data
  • Menerapkan tata kelola standar data center meliputi :
    • Standar Prosedur Operasi
    • Standar Prosedur Perawatan
    • Standar dan Rencana Pemulihan dan Mitigasi Bencana
    • Standar Jaminan Kelangsungan Bisnis
Perancangan Pusat Data yang Ideal
Kriteria perancangan sebuah data center secara umum antara lain adalah:
  • Ketersediaan
    Data center diciptakan untuk mampu memberikan operasi yang berkelanjutan dan terus-menerus bagi suatu perusahaan baik dalam keadaan normal maupun dalam keadaan terjadinya suatu kerusakan yang berarti atau tidak. Data center harus dibuat sebisa mungkin mendekati zero-failure untuk seluruh komponennya.
  • Scalability dan Flexibility
    Data center harus mampu beradaptasi dengan pertumbuhan kebutuhan yang cepat atau ketika adanya servis baru yang harus disediakan oleh data center tanpa melakukan perubahan yang cukup berarti bagi data center secara keseluruhan.
  • Security
    Data center menyimpan berbagai aset perusahaan yang berharga, oleh karenanya sistem keamanan dibuat seketat mungkin baik pengamanan secara fisik maupun pengamanan non-fisik.




Kriteria tersebut diaplikasikan pada beberapa aspek berikut:
ASPEK
KETERANGAN
LOKASI
  • Berada di luar radius mitigasi bencana/gunung berapi (>15km)
  • Tidak berada dalam jalur patahan geologi
  • Jika merupakan data center untuk Disaster Recovery, minimum berjarak > 40km dari data center utama
  • Cukup tersamarkan dari pengenalan publik (tidak ekspose)
SARANA PENUNJANG
  • Generator listrik cadangan
  • Catuan PLN, dengan minimum 2 sumber pembangkit yang berbeda untuk tier tinggi
  • Uninterruptible Power Supply (UPS), dengan baterai berkapasitas memadai yang mampu menyediakan pasokan daya sebelum Genset dihidupkan
  • Pengatur udara (HVAC, Heating, Ventilation, and Air Conditioning), yang mampu menjaga suhu dan kelembaban
  • Sistem Pentanahan (Grounding), tahanan pentanahan terintegrasi < 0,5 ohm
KOMUNIKASI
  • Memiliki koneksi komunikasi data network lebih dari 1 sumber dengan lebih dari 1 operator untuk tier tinggi
  • Jika diperlukan, penyiapan koneksi komunikasi data dapat menggunakan akses satelit
  • Penyiapan jalur komunikasi untuk kordinasi dan komando, misal menggunakan Radio HF/SSB
  • Pengamanan jalur komunikasi untuk menjaga confidentiality suatu data /informasi

 Tier pada Data Center
PARAMETER
TIER I - BASIC
TIER II - REDUNDANT COMPONENTS
TIER III - CONCURRENTLY MAINTAINABLE
TIER IV - FAULT TOLERANT
Tingkat availabilitas
99.671%
99.741%
99.982%
99.995%
Sifat terhadap gangguan (terencana atau tidak)
Rentan
Agak Rentan
Tidak rentan terhadap gangguan terencana (karena sudah ada skenario penanggulangan), namun masih rentan terhadap gangguan tidak terencana
Tidak Rentan
Keadaan power dan cooling distribution
Single path with no redundancy
Single path with redundant component (N+1)
Multiple power and cooling distribution path tetapi hanya satu path yang aktif, termasuk komponen yang redundant (N+1)
Multiple active power and cooling distribution path termasuk komponen yang redundant 2(N+1)
Ketersediaan raised floor, UPS, generator
Bisa ada maupun tidak
Harus punya raised floor, UPS dan generator
Harus punya raised floor, UPS dan generator
Harus punya raised floor, UPS dan generator
Waktu implementasi
3 bulan
3-6 bulan
15-20 bulan
15-20 bulan
Downtime tahunan
28.8 jam
22.0 jam
1.6 jam
0.4 jam
Cara untuk melakukan maintenance preventif
Harus di shutdown keseluruhan
Hanya untuk power path dan beberapa bagian lain dari infrastruktur yang memerlukan proses shutdown
Memiliki kapasitas tambahan dan distribusi yang cukup untuk menampung beban yang dipunyai sistem utama ketika sistem tersebut di maintenance
Skala data center yang cocok dibangun
Kecil
Sedang
Besar (skala enterprise)
Besar (skala enterprise)
Pengertian N di atas mengacu kepada cacah komponen yang diperlukan agar seluruh pusat data dapat beroperasi pada beban penuh. Sebagai contoh, apabila pusat data pada beban penuh memerlukan 5 unit AC, maka pusat data tier-4 mempersyaratkan total 2(5+1)=12 unit AC, 7 diantaranya sebagai cadangan. Untuk tier-3, maka hanya diperlukan 6 unit AC, hanya 1 sebagai cadangan.
Layer-layer yang terdapat pada next generation data center tidak jauh berbeda dengan aspek yang terdapat pada data center umumnya, yaitu:
  • Data Center Facilities meliputi bangunan gedung yang menjamin kelangsungan bisnis saat terjadi bencana, efisiensi energi, efisiensi pendingin udara dan sistem cabling.
  • Data Center Infrastructure meliputi virtualisasi berbagai infrastruktur yaitu storage, server, jaringan, dan layanan jaringan.
  • Data Center Applications and OS meliputi integrasi aplikasi dan OS menjadi suatu infrastruktur yang tervirtualisasi.
  • Data Center Management meliputi provisioning, adaptibility, troubleshooting, dan visibility.
  • Data Center Business Process meliputi operasi data center yang bersatu padu, perubahan proses dan tim, serta tingkat keterbacaan operasi, integrasi server, storage,dan jaringan


 PC server
System advisor tool IBM memberikan solusi server dengan pemilihan pada kriteria-kriteria berikut :
1.Type server (digunakan untuk apa suatu server) :
·         Application Server
·         CRM,ERP,BI,PLM
·         Virtualization
·         Database
·         File dan print
·         Network infrastructure, security
·         Collaboration dan email
2.Berapa banyak user yang akan mengakses server dengan klasisfikasi sebagai berikut “
·         1-99
·         100-499
·         500-1000
·         1000 +
3.Perkiraan seberapa besar pertumbuhan penggunaan server.
·         Minimal growth
·         Modest growth
·         Rapid or unpredictable growth
4.Berapa besar internal storage yang dibutuhkan
·         Dibawah 500 GB
·         500GB -2 TB
·         2 TB – 4 TB
·         4+ TB

5.sistem operasi yang dipakai
·         AIX
·         UNIX
·         IBM i
·         Microsoft windows
·         Linux
·         Other
·         No preference

Platform server yang diinginkan
·         Blade
·         Tower
·         Rack