Powered By Blogger

Kamis, 07 Januari 2016

Sistem Pakar

Sistem pakar merupakan sebuah program komputer yang dibuat untuk memberikan suatu solusi dari sebuah permasalahan yang di berikan berdasarkan  pengetahuan dari satu atau lebih pakar atau ahli. Sistem pakar adalah sistem perangkat lunak komputer yang menggunakan ilmu, fakta, dan teknik berpikir dalam pengambilan keputusan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang biasanya hanya dapat diselesaikan oleh tenaga ahli dalam bidang yang bersangkutan.

  Sejarah Sistem Pakar

Sistem Pakar dikembangkan pada pertengahan tahun 1960-an oleh Artificial Intelligence Corporation. Periode penelitian artificial intelligence ini didominasi oleh suatu keyakinan bahwa nalar yang digabung dengan komputer canggih akan menghasilkan prestasi pakar atau bahkan yang melebihi prestasi manusia.  
Suatu usaha ke arah ini adalah General Purpose Problem-Solver  (GPS). GPS yang berupa sebuah prosedur yang dikembangkan oleh Allen Newell, John Cliff Shaw, dan Herbert  Alexander Simon dari Logic Theorist merupakan sebuah percobaan untuk menciptakan mesin yang cerdas. GPS sendiri merupakan sebuah predecessor  menuju  Expert System  (ES). GPS berusaha untuk menyusun beberapa langkah-langkah yang dibutuhkan untuk mengubah situasi awal menjadi state tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
Pada pertengahan tahun 1960-an, terjadi pergantian dari program serba bisa (general-purpose) ke program yang spesialis  (special-purpose) dengan dikembangkannya DENDRAL oleh E. Feigenbaum  dari Universitas Stanford dan kemudian diikuti oleh MYCIN. Pembuatan DENDRAL  tujuannya mengarah kepada konklusi-konklusi berikut: 
a.       GPS terlalu lemah untuk digunakan sebagai dasar untuk membangun ES yang berunjuk kerja tinggi. 
b.      Pemecahan masalah manusia adalah baik hanya jika beroperasi dalam domain yang sangat sempit. 
c.       ES harus di-update secara berkala untuk informasi baru. Update semacam ini dapat efisien apabila menggunakan representasi pengetahuan berbasis rule.
d.      Problem yang kompleks membutuhkan pengetahuan yang banyak sekali tentang area problem. 
Pada pertengahan tahun 1970-an, beberapa ES mulai  muncul. Sebuah pengetahuan kunci yang dipelajari saat itu adalah kekuatan dari ES berasal dari pengetahuan spesifik yang dimilikinya, bukan dari formalisme-formalisme khusus dan pola penarikan kesimpulan yang digunakannya.
Awal 1980-an, teknologi ES yang mula-mula dibatasi oleh suasana akademis mulai muncul sebagai aplikasi komersil, khususnya XCON, XSEL (dikembangkan dari R-1 pada Digital Equipment Corp.) dan CATS-1 (dikembangkan oleh General Electric). 
Sistem pakar untuk melakukan diagnosis kesehatan telah dikembangkan sejak pertengahan tahun 1970. Sistem pakar untuk melakukan diagnosis pertama dibuat oleh Bruce Buchanan dan Edward Shortliffe di Stanford University. Sistem ini diberi nama MYCIN. MYCIN merupakan program interaktif yang melakukan diagnosis penyakit miningitis dan infeksi bacremia serta memberikan rekomendasi terapi antimikrobia. MYCIN mampu memberikan penjelasan atas penalarannya secara detail. Dalam uji coba, dia mampu menunjukkan kemampuan seperti seorang spesialis. Meskipun MYCIN tidak pernah digunakan secara rutin oleh dokter, MYCIN merupakan referensi yang bagus dalam penelitian kecerdasan buatan yang lain .
Dewasa ini MYCIN menjadi acuan penting untuk pengembangan sistem pakar secara modern karena didalamnya telah terintegrasi semua komponen standar yang dibutuhkan oleh sistem pakar .

 Pengenalan Sistem Pakar

Sistem pakar adalah suatu program yang pintar (intelligent computer program) yang memanfaatkan pengetahuan (knowledge) dan prosedur inferensi untuk memecahkan masalah yang cukup sulit hingga membutuhkan keahlian manusia yang khusus. Dengan kata lain, sistem pakar adalah system computer yang ditujukan untuk meniru semua aspek (emulates) kemampuan pengambilan keputusan (decision making) seorang pakar. Sistem pakar memanfaatkan secara maksimal pengetahuan khusus selayaknya seseorang pakar untuk memecahkan masalah[4].
Pakar atau ahli (expert) disini didefinisikan sebagai seseorang yang memiliki pengetahuan atau keahlian khusus yang tidak dimiliki oleh orang kebanyakan. Seorang pakar dapat memecahkan masalah yang tidak mampu dipecahkan orang kebanyakan atau memecahkan suatu masalah dengan lebih efisien namun bukan berarti lebih murah.
Pengetahuan yang dimuat kedalam sistem pakar dapat berasal dari seorang pakar, ataupun pengetahuan yang berasal dari buku, jurnal, majalah, dan dokumentasi yang dipublikasikan lainnya, serta orang yang memiliki pengetahuan meskipun bukan ahli. Istilah sistem pakar (expert system), sering disinonimkan dengan sistem berbasis pengetahuan (knowledge-based system) atau sistem pakar berbasis pengetahuan (knowledge-based expert system).

Gambar 2-1 dibawah ini mengilustrasikan konsep dasar sistem pakar berbasis pengetahuan (knowledge-based expert system). User memberikan informasi atau fakta kepada sistem dan menerima respon berupa saran ahli (advice/expertise). Secara internal, sistem terdiri dari dua komponen utama yaitu basis pengetahuan (knowledge-base) yang berisi pengetahuan yang akan digunakan oleh komponen lainnya yaitu mesin inferensi (inference engine) untuk menghasilkan kesimpulan sebagai respon terhadap kueri yang dilakukan user.
Pengetahuan yang dimiliki pakar bersifat spesifik dalam satu area masalah (problem domain). Area masalah merupakan satu wilayah masalah yang spesifik seperti kedokteran/pengobatan, keuangan, rekayasa dan lain sebagainya. Pengetahuan si pakar untuk memecahkan masalah yang spesifik tersebut dikenal sebagai area pengetahuan (knowledge domain).
Berikut ini merupakan perbandingan antara kemampuan pakar manusia dan sistem komputer yang menjadi petimbangan sistem pakar.

Pakar Manusia
Sistem Pakar
Terbatas waktu karena manusia membutuhkan istirahat.
Tidak terbatas karena dapat digunakan kapanpun juga.
Tempat akses bersifat lokal pada suatu tempat saja di mana pakar berada.
Dapat digunakan berbagai tempat
Pengetahuan bersifat variabel dapat berubah-rubah tergantung situasi.
Pengetahuan bersifat konsisten
Kecepatan untuk menemukan solusi sifatnya bervariasi.
Kecepatan untuk memberikan solusi konsisten dan lebih cepat dari pada manusia.
Biaya yang harus dibayar untuk konsultasi biasanya sangat mahal.
Biaya yang dikeluarkan lebih murah.

 Komponen Sistem Pakar

Suatu sistem pakar disusun oleh tiga modul utama yaitu :
1.      Modul Penerimaan Pengetahuan Knowledge (Acquisition Mode)
Sistem berada pada modul ini, pada saat ia menerima pengetahuan dari pakar. Proses mengumpulkan pengetahuan-pengetahuan yang akan digunakan untuk pengembangan sistem, dilakukan dengan bantuan knowledge engineer. Peran knowledge engineer adalah sebagai penghubung antara suatu sistem pakar dengan pakarnya. Pengetahuan-pengetahuan yang di dapat nantinya akan di simpan ke dalam sebuah database.
2.      Modul Konsultasi(Consultation Mode)
Pada saat sistem berada pada posisi memberikan jawaban atas permasalahan yang diajukan oleh user, sistem pakar berada dalam modul konsultasi. Pada modul ini, user berinteraksi dengan sistem dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh sistem.
3.      Modul Penjelasan(Explanation Mode)
Modul ini merupakan proses pengambilan keputusan oleh sistem (bagaimana suatu keputusan dapat diperoleh).
Adapun komponen utama pada struktur sistem pakar meliputi:
1.      Basis Pengetahuan (Case based library)
Basis pengetahuan merupakan hal yang sangat penting dari sitem pakar, bahkan basis pengetahuan bisa diibaratkan sebagai inti dari sistem pakar.Basis Pengetahuan merupakan representasi pengetahuan dari pakar. Basis pengetahuan tersusun atas fakta dan kaidah. Fakta adalah informasi tentang objek, peristiwa, atau situasi. Kaidah adalah cara untuk membangkitkan suatu fakta baru dari fakta yang sudah diketahui.
2.      Mesin Inferensi (Inference Engine)
Mesin inferensi merupakan otak dari sistem pakar. Mesin inferensi digunakan untuk melakukan penalaran dari suatu kondisi dengan di dasarkan pada basis pengetahuan yang sudah ada sebelumnya. Pada komponen ini terjadi proses pemanipulasian fakta yang ada pada basis pengetahuan untuk menghasilkan solusi.
Strategi penalaran terdiri dari dua jenis yaitu penalaran pasti (Exact Reasoning) dan penalaran tak pasti (Inexact Reasoning). Exact reasoning digunakan ketika semua data yang dibutuhkan untuk menarik kesimpulan sudah tersedia, sebaliknya terhadap inexact reasoning.
3.      Basis Data (Database)
Basis data berisikan fakta-fakta yang akan digunakan pada sistem pakar,Basis data berisikan semua fakta-fakta, baik itu fakta sebelum terjadinya proses dari sistem maupun fakta-fakta baru setelah proses dari sitem di jalankan
4.      Antarmuka Pemakai (User Interface)
Fasilitas ini digunakan sebagai perantara komunikasi antara pemakai dengan sistem.



Referensi


 [1]       Aamodt, Agnar, and Enric Plaza. “Case-Based Reasoning : Foundational Issues, Methodological Variations, and System Approaches”. Artificial Intelligence Communications 7, no.1 (1994):39-52.
[2]        Althoff, Klaus-Dieter,  Ralph Bergmann, andL. Karl Branting, eds.” Case-Based Rreasoning research and development: proceedings of the Third International Conference on Case-Based Reasoning”. Berlin: Springer Verlag, 1999.

[3]        Dimitris Bertsimas and John Tsitsiklis. “Simulated Annealing “.  Statistical Science 1993.

Rabu, 06 Januari 2016

Sistem Basis Data - Pemrosesan Transaksi (Transcaction Processing)


Serializability

Asumsi Dasar – Masing-masing transaksi menjaga konsistensi database. Dengan demikian penjadwalan (scheduling) transaksi serial menjaga konsistensi database. Suatu schedule (transaksi bersama-sama) dikatakan serializable hanya jika dia ekuivalent terhadap serial schedule. Ekivalensi schedule ini ada dua:
1. conflict serializability
2. view serializability
Untuk penyederhanaan kita hanya akan melihat operasi read dan write dalam suatu transaksi, dengan asumsi operasi komputasi dilakukan di lokal buffer di antara masing-masing operasi read dan write.
1.     Conflict Serializability
Suatu instruksi li dan lj dari suatu transaksi Ti dan  Tj dikatakan konflik jika dan hanya jika ada beberapa item Q yang diakses oleh baik  li maupun lj, dan sedikitnya salah satu instruksi ini menulis di item Q tersebut.
1.  li = read(Q), lj = read(Q).   li dan lj tidak konflik.
2. li = read(Q),  lj = write(Q).  Mereka konflik.
3. li = write(Q), lj = read(Q).   Mereka konflik.
4. li = write(Q), lj = write(Q).  Mereka konflik
Secara intuitif, jika terjadi konflik antara li dan lj akan memaksa urutan pelaksanaan di antara mereka. Jika li dan lj berurutan di dalam suatu schedule dan merka tidak konflik, maka jika urutannya diubah hasil operasi tidak akan berubah.

Conflict Serializability (lanjt)

Jika suatu schedule S dapat diubah menjadi sebuah schedule S´ dengan serangkaian pertukaran instruksi yang tidak konflik, maka kita katakan antara S dan S’ adalah conflict equivalent.
Kita katakan suatu schedule S adalah conflict serializable jika dia conflict equivalent dengan serial schedule Contoh schedule yang tidak conflict serializable:
   T3                             T4
read(Q)
write(Q)                 write(Q)

Kita tidak bisa menukar urutan instruksi-instruksi schedule di atas untu memperoleh baik serial schedule (T3,T4) maupun (T4,T3).

 2.     View Serializability
Jika S dan S’ adalah dua schedule dengan sekumpulan transaksi yang sama. S dan S’ dikatakan view equivalent  hanya jika tiga kondisi di bawah ini dipenuhi:
1. Untuk masing-masing item data Q, jika transaksi Ti membaca nilai awal Q di schedule S, maka transaksi Ti  harus, pada schedule S’, juga membaca nilai awal Q.
2. Untuk masing-masing item data Q jika transaksi Ti mengeksekusi read(Q) schedule S, dan nilai ini diproduksi oleh transaksi Tj  (jika ada), maka transaksi Ti pada schedule S´ juga membaca nilai Q yang dihasilkan oleh transaksi Tj .
3. Untuk masing-masing item data Q, transaksi (jika ada) yang melakukan operasi write(Q) akhir pada schedule S harus melakukan operasi write(Q) akhir juga di S´.
Seperti kita lihat, view equivalence adalah juga hanya berdasarkan pada operasi read dan write semata.

View Serializability (lanjt)
Suatu schedule S dikatakan view serializable hanya jika dia view equivalent terhadap sebuah serial schedule.
Setiap conflict serializable schedule adalah juga view serializable.
Schedule 9 (dari text) — adalah contoh schedule yang view-serializable tapi bukan conflict serializable
.Setiap view serializable schedule yang bukan conflict
 serializable mempunyai operasi blind writes.

Schedule 8 (dari text) di bawah ini menghasilkan output yang sama dengan serial schedule < T1, T5 >, tetapi dia tidak conflict equivalent ataupun view equivalent terhadapnya.


Recoverability

Bertujuan untuk menganalisa efek kegagalan pelaksanaan transaksi yang dijalankan secara bersamaan (concurrent)
Recoverable schedule — jika sebuah transaksi Tj membaca sebuah item data yang sebelumnya ditulis oleh transaksi Ti , operasi commit Ti  harus muncul lebih dulu dari operasi commit Tj.

Schedule di bawah ini (Schedule 11) tidak recoverable jika T9 commit segera setelah operasi read
Cascadeless schedules — schedule di mana cascading rollback (rollback berantai) tidak terjadi; untuk masing-masing pasangan transaksi Ti dan Tj sedemikian sehingga Tj  membaca item data yang sebelumnya dituliskan oleh Ti, operasi commit Ti  harus terjadi sebelum operasi read oleh Tj.
Setiap cascadeless schedule adalah juga recoverable schedule Sangat disarankan untuk membatasi schedule agar cascadeless
 Jika T8 harus abort, maka T9 kemungkinan telah membaca (dan mungkin menunjukkan kepada pengguna) state database yang tidak konsisten. Sehingga database harus menjamin bahwa tiap schedule recoverable.

                







ANALISIS SOFTWARE PADA DATABASE (ORACLE)

Analisis Software (ORACLE)  Untuk Database


Basis data Oracle adalah basis data relasional yang terdiri dari kumpulan data dalam suatu sistem manajemen basis data RDBMS. Perusahaan perangkat lunak Oracle memasarkan jenis basis data ini untuk bermacam-macam aplikasi yang bisa berjalan pada banyak jenis dan merk perangkat keras komputer (platform).
Basis data Oracle ini pertama kali dikembangkan oleh Larry Ellison, Bob Miner dan Ed Oates lewat perusahaan konsultasinya bernama Software Development Laboratories (SDL) pada tahun 1977. Pada tahun 1983, perusahaan ini berubah nama menjadi Oracle Corporation sampai sekarang.
Oracle  Corporation  yang  berdiri  pada  tahun 1977  sebelumnya  mengembangkan  database Oracle  sebagai  perangkat  lunak  yang  dipakai oleh  pihak  militer  US. Namun  seiring perkembangan  database  Oracle  juga dipergunakan  dan  dijual  ke  pihak  sipil  atau bisnis.  Dengan  demikian  citra  militer  seperti tangguh dan siap dalam segala situasi juga turut melekat dalam database Oracle.

Oracle sendiri tidak hanya bermain dalam ranah database  namun  juga  dalam  ranah aplikasi  dan perangkat keras.
Database Oracle memiliki berbagai edisi, antara lain:
ü     Standard  One  edisi  berbayar  dengan  batasan maksimal dua prosesor;
ü     Standard  edisi  berbayar  dengan  batasan maksimal empat prosesor;
ü     Enterprise  edisi  berbayar  tanpa  batasan prosesor;
ü     Express  edisi  gratis  dengan  batasan  data maksimal 4 Gigabyte (4.294.967.296 Byte)
ü     Untuk  versi  terakhir,  11.2.0.6, database  Oracle tersedia  untuk  hampir  semua  platform,  baik Windows,  Linux  maupun  Unix,  mesin  32  bit maupun mesin 64 bit.

Database Storage Engine ini bisa menyimpan data sampai ukuran tera byte, dan database oracle juga meyediakan yg gratisan versi home edition untuk sekedar yg ingin belajar oracle aja sedangkan untuk versi enterprisenya kita harus bayar. sejauh yg saya tahu dalam pengalaman saya, untuk bagian query-nya oracle tetap menggunakan standard bahasa SQL. Oralce bisa digunakan diberbagai platform seperti unix,windows, atau yg lainnya. untuk masalah keamanan oracle bisa dibilang baik. untuk masalah perfomance oracle kebanyakan bermain di harddisk jadi kalau anda ingin menggunakan oracle anda harus menyediakan space harddisk yg cukup besar.


Kelebihan ORACLE


Beberapa kelebihan dari sistem manajemen basis data ORACLE adalah :
– Ketika kita mengakses database dan kemudian ada kejadian seperti listrik mati misalnya maka data yang sudah kita simpan tidak rusak/hilang.
– Database Clusters, dengan menggunakan teknologi Real Application Clusters (RAC). Salah satu fungsi dari RAC adalah memberikan perlindungan terhadap kelangsungan data dalam perusahaan sehingga apabila terjadi crash pada salah satu server database, maka tidak akan mempengaruhi kinerja perusahaan. Hal ini disebabkan karena teknologi RAC memungkinkan untuk membuat beberapa database server menjadi seolah-olah satu database server, sehingga apabila ada database server yang down, kinerja database server tersebut akan di-take over oleh server-server yang lain.
– Row-Level Locking, fitur ini dapat melakukan lock tidak hanya pada table-level saha, akan tetapi dimungkinkan untuk melakukan lock lebih jauh lagi sampai pada row-level. Sehingga user-user dapat melakukan akses data dalam suatu tabel secara bersamaan, lebih cepat dan lebih akurat.
– Data Partitioning, Oracle memungkinkan kita untuk melakukan partisi ke suatu tabel maupun indeks. Hal ini akan dapat meningkatkan kemampuan kita untuk dalam melakukan manajemen data.
– Oracle Data Mining & Data Warehousing, fitur ini memberikan kemudahan bagi perusahaan yang ingin men-develop aplikasi Business Intellegent yang bertujuan untuk membantu eksekutif perusahaan dalam menentuksan strategi perusahaan berdasarkan analisis data yang di-generate oleh Oracle Data Mining.
– Virtual Private Database, fitur ini memberikan dan meningkatkan fleksibilitas jaminan security sampai pada row-level security. Hal ini akan membuat aplikasi kita menjadi semakin aman sewaktu kita melakukan transaksi melalui Internet.
– Intelegent Self-Managing, untuk para DBA, fitur ini akan membuat proses database tuning dan database manajemen menjadi lebih mudah.
– Flashback Query, fitur ini memungkinkan kita untuk melihat status data kita mundur beberapa waktu (flash back) sampai batas yang kita tentukan, sehingga apabila terjadi kesalahaan data pada waktu yang lalu, maka kita dapat melakukan koreksi tanpa harus melakukan database recovery.

Kekurangan ORACLE


Kelemahan dari sistem manajemen basis data ORACLE adalah, sifatnya yang tidak open source menjadi salah satu kendala bagi para programmer untuk memperoleh aplikasinya, serta Penggunaan Oracle sangat memakan banyak biaya, mulai dari device sampai diperlukannya Database Administrator yang handal

Analisis Oracle Untuk Database


Oracle bisa diakses melalui Windows atau Unix. Untuk melakukan intalasi pada Windows bisa didapatkan softwarenya melalui toko terdekat atau mendownload dari websitenya http://whww.oracle.com/technetwork/database/enterprise-edition/downloads/index.html namun untuk mendownload software tersebut harus dilakukan sign up terlebih dahulu.

Fungsi Pada Oracle

1. Single-row functions
Hanya pada satu baris dan menghasilkan satu nilai untuk setiap baris.
2. Multiple-row functions
Digunakan untuk memanipulasi sekumpulan baris dan menghasilkan suatu nilai, functions ini jugadikenal dengan Group Functions

Analisa Dari Segi Efisiensi Memory
Oracle mempunyai kemampuan menangani banyak user yang melakukan koneksi secara simultan tanpa berkurangnya performance secara signifikan. Dalam dokumentasinya, Oracle menyebutkan bahwa database Oracle dapat melayani puluhan ribu user secara simultan.
Sedangkan MySQL, walau bisa menangani banyak user yang melakukan koneksi secara simultan, namun memori yang dibutuhkan lebih besar jika banyaknya database dan koneksi yang dibutuhkan.

Analisa Dari Segi Reliability
Oracle mempunyai kemampuan untuk melindungi data dari kerusakan jika terjadi kegagalan fungsi pada sistem seperti disk failure. Pada MySQL sangat rentan sekali ketika data suatu box mengalami failure.

Analisa Dari Segi Stability
Salah satu yang di dominasi oleh Oracle yaitu kemampuan untuk tidak crash karena beban yang tinggi. Karena database yang akan digunakan tentunya akan terus bertambah. Pada MySQL, saat database makin bertambah, hal itu akan membuat kinerja server menjadi berkurang, dan hal itu membuat rentan crash terhadap beban yang sangat tinggi.

Analisa Dari Segi Banyaknya Data
Untuk Oracle, mendukung data yang berukuran besar. Berdasarkan dokumentasinya, Oracle dapat menampung data sampai 512 petabyte(1 petabyte= 1024 terabyte). Sedangkan untuk MySQL, menurut dokumentasinya, tergantung dari banyaknya memori yang dimiliki oleh suatu host. Untuk host yang menggunakan 32bit, maksimal adalah 2-4 GB per proses. Untuk proses yang lebih tinggi, disarakan untuk menggunakan 64bit.

Analisa Dari Sisi Development
Walaupun Oracle sudah mempunyai nama yang cukup tenar dalam dunia per-database-an, namun dalam hal sisi development, pengembangannya masih belum begitu maksimal. Hal ini terlihat pada MySQL dimana pengembangan dilakukan secara periodic dengan pengembang yang berasal dari orang-orang yang berbeda diseluruh dunia, karena sifatnya yang opensource.

Analisa Dari Segi Utilitas
Pada Oracle bisa menggunakan PL/SQL yang sudah ada, tapi tidak untuk MySQL.

Analisa Dari Segi Database
Ketika melakukan migrasi database MySQL ke Oracle, para pengembang SQL membagi tiap database MySQL ke dalam tablespace pada Oracle. Objek database, seperti tabel, index dan view disimpan dalam tablespace dan di referensikan dari skema Oracle untuk digunakan oleh pengguna tersebut.

Analisa Dari Segi Default Value
MySQL berbeda dari Oracle saat menangani dafault value untuk sebuah kolom yang tidak memperbolehkan NULL value. Pada MySQL, untuk kolom yang tidak diperbolehkan NULL dan dimana data yang disediakan untuk kolom ketika data dimasukkan dalam tabel, MySQL menentukan bahwa default value itu untuk kolom tsb. Default value ini adalah default value mutlak untuk kolom tipe data. Namun jika mode ketat diaktifkan, MySQL akan memunculkan error, dan untuk tabel transaksional akan melakukan roll back saat pemasukan.

Analisa Dari Segi Tabel
Para Pengambang SQL tidak mendukung migrasi dari tabel sementara. Dalam MySQL, tabel sementara adalah objek table yang hanya terlaihat oleh sesi pengguna itu saja dan otomatis di buang ketika sesi dari pengguna tersebut sudah habis. Definisi dari tabel sementara pada Oracle berbeda sekali dari MySQL, dimana tabel sementara ketika dibuat, akan ada sampai benar-benar dibuang dan mereka ada pada sesi manapun dengan hak akses tertentu. Namun, data pada tabel sementara hanya terlihat oleh sesi pengguna yang memasukkan data dalam tabel, dan data mungkin dapat bertahan dalam durasi dari sesi transaksi suatu pengguna.

Analisa Dari Pernyataan DO

Seperti namanya, pernyataan DO dalam MySQL melakukan sesuatu namun tidak melakukan “return” apapun. Spesifiknya, dia eksekusi daftar pemisah koma dari ekspresi yang di spesifikasikan oleh parameternya. Pernyataan DO di konversikan ke SELECT ekspresi1, ekspresi2 INTO… FROM DUAL pernyataan pada Oracle.