Powered By Blogger

Kamis, 26 Januari 2017

“FIBER OPTIK”

“FIBER OPTIK”
Wanda Vernandhes
Gunadarma University
Department of Computer Science and Technology Information

2016/2017

       I.            CAHAYA

1.1. Gelombang Elektromagnetik

Cahaya merupakan gelombang elektromagnetik yang dapat berupa cahaya tampak ataupun tidak tampak seperti infra merah dan ultra violet yang memiliki panjang gelombang antara       10-3 sampai 6 x 10-6 m. Secara lebih rinci rentang panjang gelombang dan pembagian jenis gelombang elektromagnetik ini dapat dilihat pada Gambar 1.1.

Gambar 1.1. Spektrum Elektromagnetik

 Hubungan kecepatan perambatan gelombang, frekuensi, dan panjang gelombang dinyatakan sebagai berikut.

c = f x λ
Keterangan:
c = kecepatan perambatan gelombang (m/s)
f = frekuensi gelombang (Hz)
λ = panjang gelombang (m)

Teori gelombang elektromagnetik pertama kali dikemukakan oleh James Clerk Maxwell (1831–1879). Hipotesis yang dikemukakan oleh Maxwell, mengacu pada tiga aturan dasar listrik-magnet berikut ini.
1.      Muatan medan listrik dapat menghasilkan medan listrik disekitarnya, yang besarnya diperlihatkan oleh hokum Coulumb.
2.      Arus listrik atau muatan yang mengalir dapat menghasilkan medan magnet disekitarnya yang besar dan arahnya ditunjukkan oleh hukum Bio-Savart atau hukum Ampere.
3.      Perubahan medan magnetik dapat menimbulkan GGL induksi yang dapat menghasilkan medan listrik dengan aturan yang diberikan oleh hukum induksi Faraday.

Berdasarkan aturan tersebut, Maxwell mengemukakan sebuah hipotesis sebagai berikut: “Karena perubahan medan magnet dapat menimbulkan medan listrik, maka perubahan medan listrik pun akan dapat menimbulkan perubahan medan magnet”. Hipotesis tersebut digunakan untuk menerangkan terjadinya gelombang elektromagnet.

Menurut Maxwell, ketika terdapat perubahan medan listrik (E), akan terjadi perubahan medan magnetik (B). Perubahan medan magnetik ini akan menimbulkan kembali perubahan medan listrik dan seterusnya. Maxwell menemukan bahwa perubahan medan listrik dan perubahan medan magnetik ini menghasilkan gelombang medan listrik dan gelombang medan magnetik yang dapat merambat di ruang hampa. Gelombang medan listrik (E) dan medan magnetik (B) inilah yang kemudian dikenal dengan nama gelombang elektromagnetik.

Arah getar dan arah rambat gelombang medan listrik dan medan magnetik saling tegak lurus (dapat dilihat pada Gambar berikut) sehingga gelombang elektromagnetik termasuk gelombang transversal.

1.1.1.      Sifat-sifat Gelombang Elektromagnetik
a.       Gelombang elektromagnetik dapat merambat dalam ruang tanpa medium.
b.      Perubahan medan listrik dan medan magnetik terjadi pada saat yang bersamaan, sehingga kedua medan memiliki harga maksimum dan minimum pada saat yang sama dan pada tempat yang sama.
c.       Arah medan listrik dan medan magnetik saling tegak lurus dan keduanya tegak lurus terhadap arah rambat gelombang (transversal).
d.      Gelombang elektromagnetik mengalami peristiwa pemantulan, pembiasan, dan difraksi.
e.       Cepat rambat gelombang hanya bergantung pada sifat-sifat listrik dan magnetik medium yang ditempuhnya.

1.1.2


Robotika

“ROBOTIKA”
Wanda Vernandhes
Gunadarma University
Department of Computer Science and Technology Information

2016/2017

I.                   MANIPULATOR
Dalam robotika manipulator adalah perangkat yang digunakan untuk memanipulasi bahan tanpa kontak langsung. Aplikasi awalnya untuk berurusan dengan radioaktif atau biohazardous bahan, menggunakan lengan robot, atau mereka digunakan di tempat-tempat tidak dapat diakses. Dalam perkembangan yang lebih baru yang mereka telah digunakan dalam aplikasi seperti robot-dibantu operasi dan di ruang angkasa. Ini merupakan mekanisme lengan seperti yang terdiri dari serangkaian segmen, biasanya geser atau jointed, yang menangkap dan memindahkan benda dengan beberapa derajat kebebasan. (en.wikipedia.org/wiki/Manipulator)

Jenis-Jenis Robot Manipulator Berdasarkan Konfigurasi
a.      Cartesian Configuration
Kofigurasi Cartesian memiliki pergerakan pada sumbu X,Y dan Z. Cartesian Robot memiliki bentuk perhitungan kinematik yang paling sederhana karena hanya konfigurasi linear. Keuntungan utama dari geometri cartesian adalah kemampuannya untuk bergerak pada arah linear ganda.






Gambar 1.1. Cartesian Configuration Robot (www.intertronics.co.uk)

Cartesian Robot memiliki struktur yang paling kaku. Hal ini sangat menguntungkan untuk mengangkat beban yang berat dan pengulangan yang tinggi pada seluruh area pergerakan. Cartesian Robot memiliki pengulangan yang lebih baik pada area kerja yang luas dibandingkan dengan SCARA atau articulated arm. Pergerakan aksis X dan Y lebih lambat dibandingkan pergerakan rotari dari konfigurasi yang lain dan membutuhkan area penempatan yang paling besar dibandingkan dengan konfigurasi lain untuk luas daerah kerja yang sama. (adielits.blogspot.com)

b.      Cylindrical Configuration
Robot Cylindrical memiliki 2 pergerakan aksis ortogonal prismatik (horisontal dan vertikal) dan satu aksis putar, membentuk sistem koordinat silindris. Konfigurasi ini memiliki kemampuan yaitu kecepatan pergerakan yang lebih tinggi pada bidang horisontal dibandingkan dengan sistem cartesian. Namun untuk pergerakan garis lurus pada konfigurasi ini membutuhkan perhitungan yang rumit dan lebih lambat. Resolusi penempatan dari end effector tidak konstan tapi tergantung pada derajat pergerakan. Beberapa contoh aplikasi robot cylindrical untuk pemindah barang ataupun perakitan.



Gambar 1.2. Cylindrical Configuration (www.medizin-pharmatechnik.de)
c.      Spherical Configuration
Konfigurasi spherical atau polar terdiri dari dua revolute joint dan satu linear joint (RRP), seperti pada gambar 2.7. Robot spherical digunakan untuk melakukan tugas-tugas yang berat. Robot ini mempunyai keuntungan dalam hal kecepatan operasi karena mempunyai base rotary, tetapi mempunyai persamaan gerak yang jauh lebih komplek dibandingkan dengan robot cartesian maupun cylindrical.


Gambar 1.3. Spherical Configuration (www.logismarket.co.uk)

d.      Articulated Configuration
Pergerakan dari lengan konfigurasi articulated (anthropomorphic) sangat kompleks. Semua joint memiliki kemampuan berputar dan hal itu membutuhkan perhitungan kinematik yang paling rumit. Sebuah konfigurasi articulated hampir memiliki pergerakan yang sama dengan pergerakan lengan manusia, dan hal ini memberikan fleksibilitas atau derajat kebebasan yang tinggi dalam mengakses objek.




Gambar 1.4. Articulated Configuration (Robot Spheris mms.businesswire.com)
Robot articulated mungkin memiliki 2 atau lebih joint atau bahkan lebih rumit dengan sepuluh joint. Derajat fleksibilitas yang tinggi memiliki kebutuhan yang lebih rumit, kecepatan yang lebih rendah, dan biaya yang lebih tinggi. Resolusi penempatan dari end effector tidak konstan pada bidang bidang tertentu. Konfigurasi ini sangat populer pada laboratorium yang membutuhkan sistem integrasi yang rumit, tergantung pada derajat fleksibilitasnya.

e.      SCARA (Selectively Compliance Assembly Robot Arm)
Konfigurasi ini terdiri dari 2 atau lebih joint revolusi dan 1 prismatik. Konfigurasi SCARA merupakan konfigurasi yang terbaru, yang dikembangkan oleh Professor Hiroshi Makino dari Universitas Yamanashi, Jepang. Seperti namanya, konfigurasi ini telah di desain untuk memberikan pergerakan pada arah horizontal dan memiliki keuntungan pada tugas perakitan.



Gambar 1.5. Selectively Compliance Assembly Robot Arm (www.iccrobotics.com)

Kinematik dari konfigurasi ini cukup rumit dan pergerakan komponen bertikal dari konfigurasi ini agak terbatas. Oleh karenanya konfigurasi ini mampu mencapai sekitar objek namun tidak mampu melaluinya. Resolusi penempatan dari end effector tidak konstan pada bidang kerja dan robot ini memiliki derajat yang tinggi akan pengulangan posisi. Konfigurasi ini biasanya lebih cepat dan lebih mahal dibandingkan konfigurasi Cartesian. Aplikasnya terbatas pada pemindah barang dengan kecepatan tinggi.

f.      Robot Spheris/Polar
Konfigurasi struktur robot ini mirip dengan sebuah tank dimana terdiri  atas Rotary Base, Elevated Pivot, dan Telescopic Arm (lihat gambar 4). Keuntungan dari robot jenis ini adalah fleksibilitas mekanik yang lebih baik.

Gambar 1.6. Robot Spheris (www.veseloeradio.ru)





Senin, 07 November 2016

Rokok Dalam Pandangan Saya



Pada tulisan kali ini saya ingin mengemukakan pendapat dan analisa saya terhadap rokok. Saya sangat tidak setuju dengan anggapan bahwa merokok itu adalah hal yang biasa dan dianggap bahwa merokok itu adalah suatu kenikmatan. Dalam perspektif agama saya, agama Islam, menilai bahwa rokok itu lebih membawa kepada kemudharatan dan saya sangat setuju dengan hal itu.

Di antara jenis konsumsi yang memberi mudharat secara nyata para ahli kesehatan adalah rokok. Tidak ada satu pun ahli kesehatan yang mengatakan bahwa rokok itu sehat. Semua ahli kesehatan sepakat bahwa rokok itu berbahaya, bahkan sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru manusia. Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi saraf dan peredaran darah manusia. Kedua zat ini bersifat karsinogen sehingga dapat memicu terjadinya kanker paru-paru yang dapat mematikan manusia. Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah yang mengalir di seluruh tubuh tidak dapat mengikat oksigen. Dari fakta ini saja logika sudah tidak bisa lagi untuk membenarkan bahwa rokok itu baik.

Baik untuk mempermudah logika saya akan memberikan sebuah cerita mengenai rokok dalam perspektif seorang ulama Islam dan siperokok. Setelah membaca cerita ini InshaAllah kita akan dapat menilai suatu kebenaran dengan objektif.
Ada seorang guru berkependidikan di Saudi berdialog kepada seorang Syekh. Seorang guru ini bertanya kepada Syekh “kenapa Anda mengatakan merokok itu haram? Padahal didalam al-Quran tidak ada dalil yang mengatakan bahwasanya merokok itu haram secara khusus”.
Kemudian Syekh bertanya “Kau makan apel?, Kau makan jeruk?”.
“ Ya” kata guru tadi.
Kemudian Syekh tadi menjelaskan ”Adakah di Al-Quran itu boleh makan jeruk atau apel?”. Tentu jawabnya tidak ada. “Baik itu memang tidak ada tapi boleh itu dimakan karna apa, karna masuk dalam umumnya firma Allah “Allah menghalalkan yang baik-baik dan mengharamkan yang buruk-buruk”
Lalu orang tadi mengatakan ”Tapi setau saya itu baik, karna saya merasa nyaman-nyaman saja. Saya merokok saya percara diri, saya tidak ada masalah. Orang lain mau mengatakan badan saya bau, baju saya bau, tapi itu perkataan dia dan saya merasa nyaman-nyaman saja dan saya baik-baik saja. Berarti itu bisa saya katakan jika itu toyyiban dan berarti itu baik buat saya. Dari mana itu tolak ukur ini baik atau ini buruk?

Kata syehnya “Baik jika kau ingin lebih dalam lagi sekarang saya tanya, kalau kamu pulang ke rumah habis mengajar kamu temukan istrikamu lagi pegang rokok, anak kamu juga lagi pegang rokok. Kamu biarin atau kamu larang?”
Kata guru tadi ”Saya larang Syekh”
“Kenapa kamu larang” kata Syekh tadi.
Dia bilang “Karna itu tidak tidak baik Syekh”.
“Itu masuk dari jawaban kamu sendiri, kalau itu baik makan kamu biarin itu baik. Bahkan bila perlu kamu belikan dan sama-sama merokok. Tapi tidak ternyata, lebih baik itu ditinggalkan karna itu tidak baik.”

“Janganlah berdali, kalau salah dan tetap dilakukan maka akui saja kesalahnya, itu poin penting. Ini tidak, sudah salah masih saja membela, ini yang jadi masalah” Ujar Ustadz Khalid Z.A. Basalamah dalam kalimat terahirnya.

Semoga artikel ini bermanfaat. Jadi merokok itu halal atau haram? Anda pasti bisa menjawabnya sendiri.